"LIFE IN BITTERSWEET" like ORANGE
Aku suka cerita ini, cara windry menulisnya bagus banget deh..cerita mengalir per "tokoh" dan penggambaran pribadi tokohnya mengalir pelan tapi akhirnya seluruh kepribadiannya dapat terungkap penuh.. FAYE, DIYAN, ZAKI, RIERA
-Windry tidak memaksakan bahwa diawal cerita FAYE akan langsung tertarik ataupun tidak. Semua biasa saja tapi berjalannya waktu dengan menuliskan adegan-adegan biasa - windry menampilkan kekuatan cinta seorang Faye dan kenaif-annya ---sangat menarik...
-Windry juga menulis alur yang tidak biasanya..karena biasanya seorang seniman akan tertarik dengan seniman juga misalnya ZAKI, tapi windry memilih cerita bahwa akhirnya FAYE tertarik pada DIYAN yang sangat berbeda bumi dan langit karakternya.
-Keren cara windry menggambarkan pribadi DIYAN ......seperti itulah kenyataan bahwa kadang seseorang bisa sayang dan mencintai beberapa orang pada saat yang sama..hanya kadarnya yang berbeda tergantung saat itu dalam kondisi apa.
--------
ZAKI berkata "Aku mengingnkan FAYE.."
" Apa kau mencintai FAYE, Yan?"
DIYAN terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia menyukai FAYE. Ia menikmati setiap kebersamaan mereka, tetapi apakah ada cinta diantara mereka. ia tidak tahu...
"Kalau kau pernah melihat foto-foto Faye , baru kau akan mengerti.." ZAKI tertawa sinis..
-------
Dan setiap foto yang kini tengah dilihatnya membangkitkan suatu emosi, sampai ia merasa sesak. Seperti yang ia harapkan, jawaban itu muncul, tetapi kenapa terasa pahit??
------
"Kita batalkan saja pertunangan kita FAYE"
Faye terhenyak. Ia menurunkan kameranya untuk menatap DIYAN scara langsung dengan kedua matanya yang terbelalak, berharap menemukan tanda-tanda gurauan di mata laki-laki itu tetapi Diyan sedang tidak bercanda.
Laki-laki itu memberinya senyum sekali lagi, kemudian beranjak pergi dan meninggalkannya sendiri di tengah pecinan.
----
FAYE menarik nafas panjang. matanya memperhatikan ratusan fotoyang berserakan disekelilingnya dengan takjub. Emosi apa yang merasukinya waktu itu? samapi ia sanggup mencetak begitu banyak foto.
Ia berjongkok ditengah ruangan. Tangannya terulur untuk meraih selembar foto. Diperhatikannya foto tersebut,bibirnya menarik senyum pahit saat rasa rindu hadir, lalu tiba-tiaba saja pandangannya berubah buram.
Faye membelalakan mata dengan terkejut. Setitik airmata yang ia tunggu keluar selama beberapa minggu ini, jatuh begitu saja membasahi lembar foto ditangannya. Titik titik lain menyusul kemudian. Dadanya terasa sesak, lalu ia menagis sesenggukan dalam diam.
Emosi yang merasukinya kala mencetak ratusan foto itu, emosi itu tertuju untuk sosok pada foto ditangannya.
--------
DIYAN bangkit matanya menatap pemandangan malam diluar. Sepi jalan rasuna said yang tengah dilihatnya. Sesepi hidupnya satu tahun terakhir ini. saat ia mengakhiri pertunangannya dengan FAYE.
Saat itu dirinya menjadi orang yang tidak perduli apa-apa lagi. ia tidak perduli pendapat orangtuanya, tidak perduli keluarga Muid, ia tidak perduli bagaimana media mengecap dirinya buruk. Ia bahkan tidak perduli bisnisnya berantakan.
Ia hanya tahu, FAYE tidak boleh terus bersamanya. FAYE terlalu berharga dan itu baru disadarinya saat ia melihat foto gadis itu di studio. jika ZAKI bertanya ulang kepadanya, ya, ia mencintai FAYE. Entah sejak kapan. mungkin sejak perjalanan mereka ke Yogya, atau sejak pertemuan pertama mereka di Thea House, ia tidak tahu.
Tapi perasaaannyan hanya sepihak terlalu egois untuk membuat FAYE meninggalkan footografi sementara gadis itu tidak menciantainya. karena itu. ia melepaskan FAYE.
Sudah satu tahun lewat tetapi perasaannya terhadap FAYE belum hilang. Setelah berpisah di Pecinan merka tidak berhubungan sama sekali. FAYE bertolak ke luar negeri, itu yang ia dengar dari ZAKI...
-------
sampai.....
------
Sekotak jeruk dan kejujuran hati seorang FAYE :
" See Diyan, there is something I want you to know"
Lucu, terkadang manusia tidak menyadari apa yang sesungguhnya mereka inginkan sebelum
benar-benar kehilangan.
Saat kita masih bersama dulu, setiap aku memikirkan masa depan kita, aku begitu takut
kehilangan masa depan kita, aku begitu takut kehilangan fotografi. lebih dari sepuluh tahun
aku bersentuhan dengan kamera dan sempat terpikir olehku untuk meninggalkanmu..
Lalu ternyata kau yang mengakiri semuanya lebih dulu.
Dan detik itu juga di Pecinan, Diyan saat kau melangkah pergi, aku rela membuang fotografi
asal saat itu mempertahankan pertunangan kita. Walau kita hanya berpura-pura, Walau kau
tidak mencintaiku. tidak apa apa
It's Okay because I have my own
Mungkin hanya sepihak dan aku tidak tahu sejak kapan?. But Hey, like the press said, Which
woman could say no to you? dan aku tidak percaya. Aku salah satu dari wanita-wanita bodoh
itu yang jatuh cinta pada Diyan Adnan. "
---------
Aku suka tokoh "FAYE"
karena
Faye lugu...tidak berprasangka buruk kepada siapapun
Faye sederhana...
Faye mampu menyimpan dan mengendalikan emosinya...
Faye lebih banyak diam berpikir sebelum bertindak..
Faye menerima semua kenyataan pahit dengan tegar..
Faye tidak cengeng tetap berkarya tidak terbawa keadaan..
tetapi...
Faye berusaha keras...percaya diri..dan mengikuti kata hati..
Faye tidak "frustasi" tidak "broken hart" sedih tapi..every thing will be oke..karena
Faye suka ORANGE and sometime "life is bittersweet"